Plt Sekda Kota Sorong : ‘Pintar tanpa karakter itu berbahaya’

Sorong, VoicePapua.com – Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Kota Sorong, Ruddy R. Laku kembali meningatkan bahwa pintar tanpa karakter itu berbahaya. “Saya tidak percaya Indonesia Emas 2045 bisa tercapai kalau siswanya hanya cerdas, tapi tidak berkarakter,” tegas Sekda, dikutip media ini dari fanspage Diskominfo Kota Sorong, Minggu (8/2-2026).

Dicontohnya, kemampuan di bidang elektronik dan komputer yang dapat menjadi ancaman, jika tidak diimbangi dengan nilai moral dan etika.

Karena itu, Sekda mendorong sekolah untuk membangun disiplin dan etos kerja sejak dini, ujarnya, saat membuka Seminar Kesehatan Remaja dalam rangka HUT ke-55 SMK Negeri 1 Kota Sorong, yang berlangsung di Gedung Lambert Jitmau, Sabtu (7/2/2026) pagi.

 “Karakter dibangun bertahun-tahun dengan disiplin yang kuat, bukan dalam waktu singkat,” katanya.

Sekda juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas guru agar tidak tertinggal dari perkembangan teknologi. Dirinya meminta agar proses pembelajaran mengikuti perubahan zaman.

“Jangan mentransfer pengetahuan dengan teknologi yang sudah tertinggal. Guru juga harus terus belajar,” ujarnya.

Selain itu, Sekda juga mengingatkan peran orang tua agar memberikan kepercayaan penuh kepada sekolah dalam mendidik anak.

Ia menilai reaksi berlebihan orang tua terhadap teguran guru justru dapat merusak proses pembentukan karakter siswa.

“Guru menegur bukan karena benci, tapi karena peduli. Kalau sudah percaya sekolah, biarkan guru mendidik,” tegasnya seraya menekankan bahwa kerja keras lebih menentukan masa depan dibandingkan kecerdasan semata.

“Siswa yang bekerja keras lebih hebat daripada siswa yang pintar tapi malas,” pungkas Sekda.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Kota Sorong, Agustinus Hotman Ompusunggu mengatakan, sekolah yang dipimpinnya telah meluluskan ribuan alumni yang kini tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

“Alumni kami ada di Sumatera, Jawa, Kalimantan hingga Papua, bahkan ada yang menjadi dosen dan pejabat,” ungkapnya.

Dijelaskan Kepsek, SMK Negeri 1, saat ini memiliki sekitar 1.700 siswa dengan sembilan jurusan, termasuk teknik komputer, rekayasa perangkat lunak, geologi pertambangan, serta teknik perminyakan dan energi terbarukan.

Sekolah, katanya, berkomitmen menyiapkan lulusan yang siap kerja.

“Kami kirim siswa praktik tidak hanya di Sorong, tetapi juga ke luar daerah seperti Manado, Bandung, bahkan ke Sumatera,” jelas Kepsek.

Ia juga menyinggung program sekolah gratis yang dicanangkan Pemerintah Kota Sorong, meski mengakui biaya praktik kejuruan masih menjadi tantangan.

“Harapan kami, ke depan biaya praktik SMK juga bisa ditanggung agar siswa tidak terbebani,” katanya.

Terkait seminar kesehatan remaja, Kepsek mengingatkan siswa untuk menjaga perilaku dan menjauhi rokok serta minuman keras.

“Siswa SMK Negeri 1 harus menunjukkan jati diri sebagai pelajar yang disiplin dan berkarakter,” tegasnya.(****)