Dongkrak pertumbuhan ekonomi, pemerintah siapkan paket stimulus 12,83 triliun
Jakarta, VoicePapua.com - Untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi pada triwulan I tahun 2026, pemerintah menyiapkan paket stimulus jangka pendek sebesar Rp 12,83 triliun, ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.
Dikutip dari RRI, Kamis (5/2-2026), menurut Airlangga, paket stimulus ditujukan meningkatkan daya beli masyarakat karena kinerja ekonomi kuartal pertama sangat menentukan. Capaian pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun sangat dipengaruhi kinerja kuartal pertama.
“Targetnya kita menggerakkan ekonomi lebih tinggi karena kuartal pertama itu penting. Tahun lalu, kuartal pertama relatif lebih rendah,” ujarnya dalam konferensi pers, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.
Lebih lanjut, Airlangga merinci sejumlah stimulus yang akan digelontorkan pemerintah pada triwulan ini. Stimulus tersebut, kata dia, menyasar sektor transportasi, bantuan sosial, dan mobilitas masyarakat.
"Pertama, pemerintah memberikan diskon tarif penerbangan domestik hingga 16 persen melalui skema PPN ditanggung pemerintah. Kebijakan ini terutama diberlakukan menjelang Hari Raya Idulfitri," ucapnya.
Selain itu, pemerintah memberikan diskon pajak bandara sebesar 50 persen serta insentif pajak avtur. Diketahui, insentif tersebut akan diberikan kepada maskapai penerbangan domestik.
"Kedua, paket stimulus mencakup bantuan sosial berupa beras 10 kilogram dan minyak goreng Minyakita. Bantuan tersebut nantinya akan disalurkan selama dua bulan ke depan," ujarnya.
Ketiga, lanjutnya, pemerintah menerapkan diskon tarif kereta api sebesar 30 persen. Sementara itu, untuk diskon tarif tol juga akan diberikan sebesar 20 persen.
“Kapan berlakunya nanti ada jadwalnya karena transportasi bisa dipesan secara online. Informasinya akan diumumkan melalui situs penerbangan, kereta api, maupun kapal laut,” katanya.
Selain stimulus anggaran, pemerintah mendorong konsumsi rumah tangga melalui kebijakan kerja dari mana saja. Kebijakan tersebut dikenal dengan skema work from anywhere atau bekerja dari mana saja.
Airlangga mengatakan regulasi work from anywhere sedang disiapkan pemerintah. Kementerian PANRB bersama Kementerian Ketenagakerjaan tengah menggodok aturan tersebut.(****)
- Baca Juga :Menko Pangan tinjau soal ini di Gresik


0 Comments