Analis Pasar Sebut Rupiah sudah Sentuh di Level Rp17.000 per Dolar AS

Jakarta, VoicePapua.com - Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi menyebut, saat ini rupiah sudah menyentuh level Rp17.000 per dolar AS. Level itu terpantau dalam perdagangan DNDF di pasar valas pada Jumat (4/5/2025) malam.
"Banyak data fundamental yang memengaruhi pelemahan mata uang rupiah. Salah satunya adalah rilis data tenaga kerja di Amerika Serikat. Datanya di luar ekspetasi, lebih baik dibandingkan dengan data sebelumnya," kata Ibrahim, Sabtu (5/4/2025).
Selain itu, The Fed memberikan testimoni pada Jumat malam bahwa terlalu dini untuk menurunkan suku bunga saat ini. Ini karena kondisi ekonomi global sedang bermasalah, inflasi masih tinggi, dan The Fed masih memantau dampak perang dagang.
The Fed semula diperkirakan menurunkan suku bunga tiga kali sebesar 75 basis poin, yang kemungkinannya tidak akan terealisasi. "Ini membuat indeks dolar AS kembali mengalami penguatan yang cukup signifikan," ucap Ibrahim.
Terkait perang dagang, Ibrahim mencermati perlawanan yang dilakukan negara-negara terdampak kebijakan tarif baru Trump. Sejauh ini, Indonesia memilih untuk bernegosiasi.
Menurut Ibrahim, seharusnya Indonesia juga melakukan perlawanan. Indonesia bisa mengenakan tarif balasan berupa dengan biaya impor 32 persen terhadap produk dari AS.
Di sisi lain, kondisi geopolitik semakin memburuk akibat serangan Israel yang tanpa henti ke Jalur Gaza. Sementara itu, konflik Rusia-Ukraina juga kembali memanas.
"Kondisi itu membuat mata uang rupiah kembali mengalami pelemahan yang cukup signifikan, walaupun Bank Indonesia melakukan triple intervensi di pasar, kemungkinan Senin lusa," ujar Ibrahim.
Ibrahim memperkirakan intervensi tersebut tidak akan berpengaruh terlalu besar. "Karena ada kemungkinan saat pembukaan pasar hari Senin, rupiah tembus level Rp17.050 per dolar AS," kata Ibrahim menutup analisisnya.
Dirangkum dari RRI, Minggu, 6 April 2025.(****)
0 Comments