Kini, Biak Miliki Pagoda Buddha Dharma Termegah

Biak, VoicePapua.com – Kini, Kabupaten Biak memiliki Pagoda Buddha Dharma termegah, dimana diresmikan oleh Bupati Biak Numfor dan Ketua Sangha Agung, Bhante Khemacaro Mahathera yang ditandai dengan penandatanganan prasasti,Sabtu malam (22/3/2025), kembali dipublish atau dirangkum media ini dari RRI, Sabtu (5 April 2025).
Usai penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita, dilanjut dengan menekan tiga tombol lampu pagoda yang dinyalakan berurutan dari Ketua Yayasan Buddha Dharma Biak, Robby Kurniawan, Ketua Pembangunan Pagoda,Hadi Sebastian Pirono dan Ketua Panitia Peresmian Alfred Laiman.
Semua tamu undangan saat itu berdiri dan terkesima, berdecak kagum saat lampu pagoda seluruhnya menyala dengan dominan warna merah keemasan, terlihat betapa megahnya Pagoda Buddha Dharma Biak. Kembang api yang juga dinyalakan, turut menghiasi indahya langit Biak malam itu.
"Wow..sungguh luar biasa,betapa bangganya kita orang Biak dengan keberadaan Pagoda Buddha Dharma ini,karena tidak semua daerah di Papua memiliki bangunan pagoda seperti ini,pokoknya keren, mantap betul,"ujar Ina,salah satu tamu yang hadir.
Kemegahan Pagoda Buddha Dharma juga disampaikan salah satu warga Biak,Dance.
"Megah sekali pagoda ini,torang (kita) seperti bukan di Biak,seperti di luar negeri,dengan adanya vihara yang megah disebelahnya,dan pagoda yang berdiri kokoh dengan desain kekinian yang bagus sekali,"ucap Dance.
Kemegahan Pagoda Buddha Dharma Biak yang terletak di jalan Sungai Digoel Ridge,Kelurahan Brambaken Distrik Samofa itu menjadi daya tarik baru di kota Biak.
Pasalnya, Pagoda yang terletak disebelah Vihara Buddha Dharma itu, memiliki banyak keistimewaan yang ada didalamnya
Ketua pembangunan Pagoda Buddha Dharma Biak,Hadi Sebastian Pirono menyebut pagoda ini memiliki tinggi 23 meter dengan 5 lantai dan kelimanya memiliki peruntukan dan fungsinya masing-masing.
"Pembangunan pagoda dimulai sejak 2 Desember 2023 dan selesai pada 20 Maret 2025 dengan menghabiskan anggaran kurang lebih Rp 7,5 miliar,"ujar Hadi Sebastian Pirono.
Pagoda Buddha Dharma Biak ini didesain oleh arsitek Riswan Chandra,anak muda kelahiran Biak yang telah menetap di Jakarta.
Selain Pagoda,Riswan Chandra juga mendesain Vihara Buddha Dharma Biak dan sejumlah bangunan megah lainnya di Biak.
" Pagoda yang kita bangun ini sangat mirip dengan yang di RRC dengan warna dominan merah, warna emas yang idcat di dugong atau ikatan angin ( breket) atau metode simpul kayu yang digunakan ribuan tahun di Tiongkok,dan untuk pagoda ini kita bangun dengan struktur beton dan ornamen itu tetap kita pasang karena mempercantik meski tidak berfungsi sebagai ikatan kayu,”ujar Riswan.
“Pagoda ini lima lantai dengan lima lantai dengan ketinggian di lantai kelima mencapai 23 meter sedangkan di puncak yang terdapat penangkal petir,mencapai 35 meter,sedangkan untuk pemasangan ornamen yang khusus pekerja yang didatangkan dari Jakarta, dan pagoda ini di malam hari akan disinari cahaya lampu dari hampir 600 lampu yang dipasang mulai dari atap hingga di lantai dasar,"ucapnya.
Megahnya Pagoda Buddha Dharma Biak ini, pemerintah Daerah Biak Numfor mengapresiasi komitmen umat Buddha dan semua pihak yang menghadirkan tempat ibadah dan ikon religi yang membanggakan.
"Atas nama penerintah daersh,juga atas nama pribadi dan keluarga,kami mengucapkan selamat dan sukses atas peresmian Pagoda Buddha Dharma Biak dan pagoda ini menjadi ikon destinasi wisata terbaru yang nantinya mampu menarik wisatawan,"ujar Bupati Markus Oktovianus Mansnembra.
Pagoda Buddha Dharma Biak kokoh berdiri dengan kemegahannya menjadikan masyarakat Biak Numfor turut bangga dan dapat menjadi ikonik wisata religi di daerah ini.(****)
0 Comments