95 Hewan Kurban Asal Seram Siap Layani Warga Sorong
Aimas, VoicePapua.com – Sebanyak 95 hewan kurban (berupa sapi) yang berasal dari Seram, Maluku siap melayani kebutuhan warga Sorong, Papua Barat Daya yang akan merayakan Hari Raya Iduladha, pada 6-7 Juni 2025 mendatang.
Ketika ditemui di Aimas, Minggu (18/5-2025) siang kemarin, pemasuk sapi asal seram, Ahmadi menuturkan, pihaknya memasukkan sejumlah hewan kurban itu melalui mekanisme yang lumayan panjang. Dan itu-pun mendapat rekomendasi langsung dari Dinas Peternakan Kabupaten Sorong dan instansi terkait di Pemprov Papua Barat Daya.
“Kami datangkan hewan kurban ke Sorong ini untuk membantu pemerintah dan masyarakat yang akan membutuhkan sapi kurban,” beber dia.
Jadi, mohon maaf ada berbagai isu miring dari masyarakat petani ternak Sorong bahwa sapi kurban yang kami masukkin ini sebanyak 300 ekor dan kembali saya pertegas bahwa info itu tidak benar.
Bahkan, sambung dia, ketika ditanya awak media ini, sesuai informasi yang beredar dari kalangan petani ternak Sorong, dimana dalam sepekan ke depan akan memasukkan sapi dengan jumlah yang lebih banyak lagi, sehingga dapat saya katakan informasi itu tidak benar, tegas Ahmadi, yang sudah bergelut di usaha ini sejak tahun 2009.
Soal harga sapi bervariasi dengan harga terendah rata-rata dalam kisaran Rp16 juta per ekornya. Harga ada juga yang Rp20-an juta sampai Rp30-an juta, sesuai dengan bobot dari jenis sapi tersebut, rinci dia.
“Intinya, dengan kedatangan sapi asal Seram ini sebenarnya untuk membantu pemerintah akan kebutuhan pasokan daging sapi di Sorong,”ungkap dia.
Mengingat, sapi dari petani ternak lokal tidak bisa memenuhi kebutuhan di Sorong ini. Entah itu pada hari besar keagamaan maupun kebutuhan konsumen pada setiap harinya. Dan, argumentasi itu lebih diperkuat lagi oleh salah satu pegawai dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sorong, melalui sambung Handphone di hadapan wartawan media ini.
“Kami tegaskan kembali bahwa kedatangan sapi asal Seram ini, kami tidak bermaksud untuk menjatuhkan harga dari sapi lokal (Sorong). Namun, harga cukup kompetitif atau bersaing dan bahkan juga sapi yang saya datangkan ini harganya melebihi dari harga jual sapi di Sorong ini,” ingat dia.
Untuk itu, dia mengajak kepada petani ternak Sorong mari kita saling berkolaborasi secara baik, demi untuk dapat melayani kebutuhan akan daging sapi di wilayah Papua Barat Daya ini, tutupnya.(****)


0 Comments