Jelang idulfitri 1447 H stok BBM aman, kata Menteri ESDM

Jakarta, VoicePapua.com – Menjelang Idulfitri 1447 Hijriyah atau Hari Raya Lebaran 2026, khusus untuk kebutuhan akan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG (Liquefied Petroleum Gas) dalam kondisi aman. Demikian, kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, saat Ketua Umum DPP Golkar ini melaporkan kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

Dikutip dari laman InfoPublik, Senin (16/3-2025) menyebut, laporan tersebut disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Pemerintah memastikan cadangan berbagai jenis BBM saat ini berada di atas batas minimum, sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran. Hal itu disampaikan Bahlil Lahadalia dalam keterangan resmi,  Sabtu (14/3/2026).  "Jadi saya pikir untuk urusan bensin, insya Allah clear Bapak (Presiden). Cadangan menjelang hari raya untuk semua BBM dan LPG, insya Allah aman Bapak," kata Bahlil.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam sidang kabinet, cadangan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) RON 90 mencapai sekitar 24,39 hari. Sementara itu, cadangan Jenis BBM Umum (JBU) RON 92 tercatat sekitar 28 hari dan RON 98 sekitar 31 hari.

Untuk jenis solar subsidi, kapasitas cadangan mencapai sekitar 16,41 hari, sedangkan solar CN 53 sekitar 46 hari dan avtur sekitar 38 hari. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menambahkan, pasokan solar relatif lebih stabil karena seluruhnya diproduksi dari dalam negeri.

Kondisi tersebut juga didukung oleh beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur pada Januari 2026 yang meningkatkan kapasitas produksi kilang nasional.

Proyek tersebut diperkirakan dapat mengurangi impor bensin hingga sekitar 5,5 juta ton dan solar sekitar 3,5 juta ton per tahun.

Di sisi lain, Bahlil menyampaikan pasokan LPG nasional tetap terjaga meskipun rantai distribusi global mengalami dinamika.

Menurut dia, sekitar 70–72 persen impor LPG Indonesia berasal dari Amerika Serikat, sekitar 20 persen dari Timur Tengah, dan sisanya dari sejumlah negara lain.(****)