Penimbunan BBM, Jadi Faktor Utama Terganggu Kelancaran Distribusi di Papua
Jayapura, VoicePapua.com - Penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi salah satu faktor pemicu utama yang menyebabkan antrean panjang atau terganggunya kelancaran distribusi di Papua. Atau bisa juga hal itu disebabkan praktik pembelian yang berlebihan. Tegas, Gubernur Papua Matius Fakhiri.
Penegasan itu disampaikan, Fakhiri, usai melakukan sidak di Depot Pertamina Jayapura, Rabu (3/12/2025).
Dikutip dari laman RRI, Senin (8/12-2025) menyebut, dari laporan Pertamina, pasokan BBM di Papua berada dalam kondisi aman dengan kebutuhan 10 hari yang selalu terpenuhi dan kapal pengangkut yang berlabuh setiap tiga hari.
“Distribusi BBM ke SPBU itu aman. Tidak mungkin tangki-tangki kita kosong,” ujarnya.
Fakhiri menjelaskan, sejumlah oknum memodifikasi tangki kendaraan, membawa jeriken tambahan, dan membeli BBM dalam jumlah berlebihan untuk dijual kembali. Praktik tersebut, katanya, merusak pola distribusi yang sudah diatur Pertamina dan memperpanjang antrean masyarakat umum.
“BBM bersubsidi itu untuk masyarakat kecil. Bukan untuk dibeli dan dijual kembali ke perusahaan-perusahaan,” kata dia.
Untuk menertibkan situasi itu, pemerintah daerah meminta Dinas Perhubungan dan kepolisian memperketat pengawasan di SPBU. Kepolisian juga diminta menyiapkan operasi di lapangan guna menghentikan praktik penimbunan dan pembelian berlebih yang merugikan masyarakat.
“Saya sudah bilang, hentikan cara-cara seperti itu. Masyarakat lain membutuhkan,” ucap Fakhiri.
Gubernur mengingatkan pentingnya menjaga akses BBM bagi petani, nelayan, dan pelaku ekonomi lokal agar kegiatan ekonomi tidak terhambat. Ia juga menekankan perlunya menjaga integritas aparat menjelang Nataru agar pelayanan publik tetap berjalan normal.
“Kita bekerja bersama supaya masyarakat menerima layanan yang memang harus mereka dapatkan,” ujarnya.(****)
- Baca Juga :Penyajian LKPJ secara sistematika


0 Comments