Gubernur Papua Selatan tinjau jembatan terputus
Merauke, VoicePapua.com – Gubernur Papua Selatan Apalo Safanpo bersama tim instansi teknis terkait meninjau secara langsung jembatan yang terputus antara Merauke - Ndalir.
Langkah gerak cepat yang dilakukan Pemprov Papua Selatan bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, Balai Wilayah Sungai, serta tim teknis untuk memastikan penanganan darurat segera dieksekusi, Sabtu 17 Januari 2026. Dan langkah seperti ini untuk segera dilakukan penanganan darurat jalur jalan agar akses mobilisasi orang dan barang tidak menuai masalah tentunya.
Dikutip dari laman RRI, Senin (19/1-2026), dikatakan aktivitas ekonomi dan mobilitas warga di sejumlah kampung pesisir Merauke lumpuh total setelah ruas jalan Merauke–Ndalir–Kuller–Onggaya mengalami kerusakan parah dan jembatan terputus akibat banjir, curah hujan tinggi, serta hantaman ombak laut. Jalan yang menjadi urat nadi penghubung antar kampung itu kini tak bisa dilalui, membuat distribusi barang terhenti dan sebagian warga terisolasi.
“Karena warga sama sekali tidak bisa lewat dan akses terputus, maka pada hari Senin, 19 Januari 2026, kita akan membangun jalan darurat dan jembatan darurat agar aktivitas perekonomian bisa berjalan sementara,” ujar Gubernur saat memberikan keterangan di lokasi peninjauan.
Gubernur meminta tim teknis segera melakukan pengukuran dan penanganan jangka pendek agar akses warga bisa dibuka secepat mungkin. Selain faktor banjir dan hujan ekstrem, arus laut serta gelombang tinggi turut memperparah kerusakan dan menyebabkan jembatan terputus.
“Kita lakukan pengukuran untuk menyiapkan solusi jangka pendek, sekaligus merencanakan pembangunan breakwater atau bangunan pemecah gelombang di sisi laut supaya ombak tidak langsung menghantam badan jalan. Jembatan permanen juga akan kita rencanakan,” jelasnya.
Di hadapan Gubernur, Kepala Kampung Nasem Florida B. Mahuze menyampaikan curahan hati mewakili masyarakat. Ia mengaku kelelahan menghadapi kondisi jalan yang terus rusak berulang.
“Ini jalan umum, urat nadi untuk menghubungkan kampung kami dengan kampung lain. Tapi setiap kali diperbaiki, kembali rusak. Kami sudah capek,” ujarnya.
Menurutnya, tekanan ekonomi membuat sebagian warga kembali menggali pasir di sekitar jalan dan jembatan meski sudah diimbau, sehingga kerusakan kembali terjadi. Ia pun meminta agar setelah jalan dibenahi ada penjagaan supaya perbaikan tidak sia-sia.
Menanggapi permintaan Kepala Kampung tersebut, Komandan Korem 174/ATW Mustakim langsung merespons di lokasi peninjauan. Ia menyatakan penempatan pos keamanan dimungkinkan setelah perbaikan jalan darurat dilakukan dan akses kembali tembus.
Danrem meminta pemerintah kampung dan warga menyiapkan lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pos. Selanjutnya, perencanaan penempatan pos akan diatur setelah pekerjaan perbaikan jalan dan jembatan darurat berjalan sesuai rencana pemerintah provinsi.
“Lahannya dikomunikasikan dengan warga dan disiapkan. Setelah jalan diperbaiki dan akses sudah tembus, baru kita atur penempatan pos di situ,” ujarnya. Respons cepat tersebut disambut positif warga karena memberi kepastian bahwa perbaikan jalan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga diikuti pengamanan agar kerusakan tidak kembali berulang.(****)
- Baca Juga :Penyajian LKPJ secara sistematika


0 Comments