Kadishub Papua Selatan TegaskanTarif Maxim Jangan Matikan Armada Sebelumnya

Merauke, VoicePapua.com - Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Papua Selatan, Nelson Sasarari, kembali menegaskan bahwa tarif Maxim jangan mematikan angkutan atau armada sebelumnya, yang telah lama beroperasi melayani masyarakat.

Hal itu menanggapi aksi demo oleh para sopir angkutan yang menolak kehadiran aplikasi transportasi online Maxim di Merauke.

Dirangkum dari RRI, Sabtu (21/6-2025), ia memahami kekhawatiran sopir angkot soal tarif murah yang dikhawatirkan akan menggerus jumlah penumpang mereka.

Nelson menjelaskan bahwa kehadiran Maxim bukan hanya terjadi di Papua Selatan, tapi juga di berbagai wilayah Indonesia. Oleh karena itu, perlu ada pendekatan yang tidak serta-merta menolak, tetapi mengatur agar keberadaannya bisa memberi manfaat bagi semua pihak.

Menurutnya, masyarakat saat ini sangat membutuhkan layanan transportasi yang mudah, murah, dan nyaman. Namun, hal itu tidak berarti mengorbankan moda transportasi lain yang telah lebih dulu melayani masyarakat secara langsung.

Ia pun sepakat bahwa tarif Maxim tidak boleh terlalu murah hingga mematikan usaha transportasi lain. Pengaturan tarif yang adil menjadi solusi agar aplikasi ini tetap bisa beroperasi tanpa merugikan pelaku transportasi konvensional.

"Pengaturan tarif iya saya setuju agar tarif Maxim tidak terlalu rendah hingga mematikan moda transportasi lainnya," ujar Nelson Sasarari pada Jumat (20/6/2025).

Nelson menegaskan, ke depan pihaknya akan mengupayakan komunikasi antara seluruh pihak, baik pengelola Maxim maupun perwakilan sopir angkot, agar tercipta keseimbangan dalam pelayanan transportasi di Papua Selatan. Tujuannya adalah menciptakan sistem transportasi yang inklusif, sehat, dan berkeadilan.(****)