Bencana Sumatera, Jumlah Korban Hilang dan Pengungsi Berkurang
Banda Aceh, VoicePapua.com - Bencana Sumatera yang terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara dalam waktu sepekan terakhir ini, jumlah korban hilang tercatat berkurang sebanyak 58 orang dan pengungsi sudah mulai berkurang.
Penurunan angka tersebut, seiring dengan ditemukannya sejumlah korban yang mana sebelumnya, dinyatakan hilang ( sumber: dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana).
Dikutip dari laman InfoPublik, Senin (15/12-2025) menyebut, pemerintah kabupaten, berbasis kecamatan, telah melakukan proses identifikasi korban berdasarkan nama dan alamat (by name by address) untuk memastikan keakuratan data.
"Meski jumlah korban meninggal dunia masih bertambah setiap hari, hasil verifikasi identifikasi di beberapa kabupaten dan kota turut memengaruhi data korban. Hal ini disebabkan adanya sejumlah temuan khusus, seperti korban yang sebelumnya telah meninggal dunia dan kemudian ditemukan kembali akibat dampak banjir dan longsor di area pemakaman," jelas Abdul Muhari selaku Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Kapusdatin BNPB) saat konferensi pers Update Penanganan Bencana Hidrometeorologi Aceh, di Banda Aceh, Minggu (14/12/2025).
Menurut Abdul, pada hari ini, tim gabungan pencarian dan pertolongan yang dipimpin oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menemukan 66 korban meninggal dunia. Dari jumlah tersebut, 33 korban ditemukan di Provinsi Aceh, 19 korban di Provinsi Sumatra Utara, dan 14 korban di Provinsi Sumatra Barat. Pemerintah menyampaikan belasungkawa dan duka cita mendalam kepada seluruh keluarga korban.
Di sisi lain, lanjut Abdul, jumlah pengungsi menunjukkan tren penurunan. Dalam beberapa hari terakhir, khususnya pada periode 3–7 Desember, banyak warga yang sebelumnya tinggal di titik-titik pengungsian terpusat mulai berpindah dan tinggal bersama keluarga atau tetangga yang rumahnya relatif tidak terdampak bencana. Penurunan jumlah pengungsi tersebut terpantau cukup signifikan, terutama di Kabupaten Aceh Utara.
Meskipun demikian, jelas Abdul, warga yang berpindah dari pengungsian terpusat ke rumah keluarga atau kerabat tetap berstatus sebagai pengungsi. Mereka dikategorikan sebagai pengungsi mandiri karena masih bergantung pada pasokan makanan dan logistik dari dapur umum.
Oleh karena itu, pemerintah tetap menghitung kebutuhan logistik mereka agar distribusi bantuan dapat terus berjalan.
"Pada hari ini, tim SAR juga kembali menemukan 10 jasad, masing-masing sembilan korban di Aceh dan satu korban di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Dengan penambahan tersebut, total korban meninggal dunia di tiga provinsi terdampak meningkat dari 1.006 jiwa menjadi 1.016 jiwa," kata Abdul.(****)
- Baca Juga :Penyajian LKPJ secara sistematika


0 Comments