Pemkot Sorong berikan karpet merah kepada RS Siloam

Sorong, VoicePapua.com -  Plt. Sekretaris Daerah Kota Sorong, Ruddy R. Laku menegaskan, pihaknya memberikan karpet merah sebagai bentuk dukungan penuh kepada pihak Rumah Sakit Siloam untuk berinvestasi di bidang Kesehatan.

Tentu hal ini sebagai langkah strategis mengatasi keterbatasan rumah sakit dan penumpukan pasien yang selama ini terjadi di Kota Sorong.

Pernyataan tersebut, disampaikannya dalam kegiatan Rencana Kerja Sama Strategis Bidang Kesehatan, yang digelar di Hotel Aston Sorong, Rabu (4/2/2026) siang.

Dikutip dari fanspage Diskominfo Kota Sorong, Kamis (5/2-2026) menyebut, peningkatan akses pelayanan kesehatan sejalan dengan misi wali kota, khususnya pada pelayanan dasar di bidang kesehatan, yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana.

“Di Kota Sorong ini hanya ada tujuh rumah sakit. Selain melayani masyarakat Kota Sorong, rumah sakit tersebut, juga melayani masyarakat dari kabupaten-kabupaten sekitar, sehingga sering terjadi penumpukan pasien,” ujar Sekda.

Kondisi pasien yang harus dilayani di kursi roda pada Unit Gawat Darurat (UGD), sambungnya, bukanlah bentuk pembiaran, melainkan akibat langsung dari keterbatasan fasilitas kesehatan.

“Itu bukan kesengajaan dan bukan kami membiarkan. Kondisi tersebut terjadi karena keterbatasan sarana prasarana, dan ini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota Sorong,” kata Sekda.

Sementara itu, Kepala BP3OKP Perwakilan Papua Barat Daya Otto Ihalauw, menilai keterlibatan swasta menjadi faktor penting di tengah keterbatasan fiskal pemerintah daerah.

“Fiskal kita terbatas, sehingga kehadiran pihak ketiga sangat menolong. Penertiban aset yang kami kawal juga bertujuan mencegah kerugian negara dan mendorong peningkatan pendapatan daerah,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Presiden Direktur Rumah Sakit Siloam, David Utama, menyampaikan, komitmen Siloam di Papua telah dimulai sejak 2013 melalui pengoperasian tujuh klinik di Papua Pegunungan.

“Papua memiliki nilai yang sangat penting bagi Siloam. Komitmen kami nyata dan kami ingin menghadirkan layanan kesehatan dengan standar tinggi di Sorong,” kata Presdir Siloam.

Ditegaskannya, seluruh proses pembangunan akan dijalankan sesuai ketentuan hukum dan administratif yang berlaku. “Niat kami bukan hanya baik, tetapi juga harus benar. Semua aspek administrasi dan legal harus diselesaikan dengan baik,” tegas Presdir.

Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu menyatakan, Pemprov siap mendukung penuh rencana pembangunan Rumah Sakit Siloam di Kota Sorong.

“Investasi di bidang kesehatan adalah prioritas. Dengan layanan kesehatan yang memadai, beban rujukan keluar daerah bisa dikurangi,” ujar gubernur.(****)