Sejumlah Orang Tua Lakukan Aksi Demo Minta Wali Kota Sorong Selesaikan Masalah Ini
Kota Sorong, VoicePapua.com - Sejumlah orang tua melakukan aksi demo dan meminta Wali Kota Sorong, Septinus Lobat untuk menyelesaikan masalah ini, yakni saat mereka mendaftar putranya di dua sekolah (SMPN 6 dan SMAN 3) tak diterima.
Aksi demo berlangsung di Kantor Wali Kota Sorong, Senin (30/6-2025), kembali dipublish media ini dari laman RRI, Jumat (3/7-2025).
Menurut para pendemo dari kaum orang tua ini menuturkan, apa alasan sampai anaknya tak diterima. Padahal jarak dari kedua sekolah tersebut, tak jauh dari tempat tinggal anak-anaknya.
Para orang tua meminta agar Wali Kota Sorong menyelesaikan persoalan tersebut, lantaran mereka tidak mendaftar ke sekolah lain. Ini dikarenakan adanya program Pemerintah Kota Sorong terkait sekolah gratis, sehingga orang tua memilih untuk menyekolahkan anak- anak mereka ke Sekolah Negeri.
Usai menyampaikan aspirasi, Wali Kota Sorong, Septinus Lobat dan Wakil Wali Kota Sorong, Anshar Karim menggelar pertemuan bersama perwakilan orang tua murid, Dinas Pendidikan, dan Kepala Sekolah SMPN 6 dan SMAN 3 untuk membahasa masalah dimaksud.
Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota, Septinus Lobat menyampaikan solusi untuk persoalan yang dihadiri dengan mencari sekolah lain agar mengakomodir anak- anak yang tidak keterima di dua sekolah itu.
“Nanti setelah ini pihak sekolah SMPN 6 dan SMAN 3 untuk memasukan data anak yang tidak keterima ke Dinas Pendidikan kemudian dicarikan sekolah lain seperti sekolah swasta yang SPP nya tidak terlalu mahal untuk kita masukan kesana dan itu gratis. Mengingat ini program sekolah gratis,” ujar Wali Kota.
Kemudian lanjutnya, apabila jumlah anak- anak yang tidak keterima lebih banyak, maka pihaknya berencana untuk membangun sekolah baru tingkat SMP dan SMA.
“Alternatif kedua itu kita hadirkan sekolah baru jika peserta didikan yang tidak keterima terlalu banyak. Tapi itu nanti kita bahas bersama,” kata Septinus Lobat.
Setelah mendengarkan masukan dari Wali Kota Sorong, masa aksi yang terdiri dari orang tua murid serta mahasiswa, kemudian menerima dan membubarkan diri.(****)
- Baca Juga :Penyajian LKPJ secara sistematika


0 Comments