Festival Merajut Noken Kemerdekaan di Kabupaten Bintuni Warnai Hut ke-80 RI
Bintuni, VoicePapua.com – Festival merajut noken kemerdekaan yang diselenggaran oleh Yayasan Pemerhati Perempuan dan Anak (Phapeda), Sabtu (16/8-2025) di Kabupaten Teluk Bintuni, mewarnai peringatan Hut ke-80 RI.
Berbagai macam bentuk dan warna benang dirajut indah oleh tangan-tangan terampil berpengalaman. Dengan penuh kesabaran mereka menguntai benang-benang panjang tersebut menjadi tas yang unik dan indah.
Dirangkum dari laman RRI, Senin (18/8-2025) menyebut, ada sebanyak 77 peserta yang ikut terlibat dalam kegiatan tersebut, mereka adalah wanita tangguh dari berbagai organisasi perempuan yang ada di Teluk Bintuni.
Tak hanya peserta, pengunjung juga antusias berpartisipasi melihat dari dekat cara merajut noken-noken tersebut. Mereka bahkan memberikan penilaian terhadap hasil rajutan noken, dengan menuliskan nomor noken tersebut dan dimasukan ke kotak penilaian.
Salah satu pengunjung Monarti mengapresiasi kegiatan ini, ia berharap kegiatan positif seperti ini harus sering digelar pemerintah maupun pihak swasta untuk meramaikan Kota Bintuni serta melestarikan kebudayaan daerah. Pasalnya ini adalah festival noken pertama yang pernah ia kunjungi di daerahnya.
"Semoga festival noken perdana ini di Teluk Bintuni kedepan akan terus dilestarikan, terus untuk masyarakat di Bintuni agar terus melestarikan noken sebagai warisan budaya nenek moyang kita," Kata Monarti yang juga Konten Kreator media sosial ini.
Sementara itu, Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam festival ini. Menurutnya noken adalah budaya tak benda yang diakui oleh UNESCO.(****)
- Baca Juga :Penyajian LKPJ secara sistematika


0 Comments