Dorong UMKM Kota Sorong lebih kompetitif melalui pelatihan kerajinan ini

Sorong, VoicePapua.com - Mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Sorong lebih kompetitif, salah satunya yakni melalui pelatihan manik-manik.

Pemerintah Kota Sorong melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) setempat, resmi membuka kegiatan pengelolaan pengembangan usaha industri kecil kerajinan tangan berbahan manik-manik, yang berlangsung di Rylich Panorama Hotel, Selasa (31/3/2026).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Sorong, Septinus Loba, didampingi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan SetdaThamrin Tajudin.

Turut hadir Kepala Dinas Perindustrian sekaligus Ketua Harian Dekranasda Kota Sorong, Eduard Jitmau,  Ketua Umum Dekranasda Kota Sorong Jemima Elisabeth Lobat, pimpinan OPD, para narasumber, serta 50 peserta pelatihan.

Dikutip dari fanspage Diskominfo Kota Sorong, Kamis (2/4-2026) menyebut, dalam sambutannya, Wali Kota Sorong menyampaikan apresiasi kepada Dekranasda setempat, atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi langkah konkret dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor industri kecil dan kreatif.

“Kerajinan tangan berbasis manik-manik memiliki potensi besar, baik dari sisi kreativitas, nilai ekonomi, maupun sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Saya berharap peserta dapat meningkatkan keterampilan, inovasi, serta daya saing produk agar mampu menembus pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kota Sorong akan terus mendukung pengembangan UMKM melalui berbagai program pemberdayaan, pelatihan, dan fasilitasi pemasaran, agar produk lokal mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Sementara itu, Ketua Umum Dekranasda Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya nyata dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya para pengrajin perempuan.

Menurutnya, kerajinan manik-manik merupakan salah satu warisan budaya khas Papua yang memiliki nilai seni tinggi dan potensi ekonomi yang besar.

Dengan sentuhan kreativitas dan inovasi, produk-produk tersebut diharapkan memiliki keunikan tersendiri dan mampu bersaing dengan kerajinan dari daerah lain.

“Kegiatan ini tidak hanya untuk menambah keterampilan. Tapi juga menjadi modal awal bagi peserta dalam mengembangkan usaha, baik secara mandiri maupun kelompok, sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga,” ungkapnya.

Sebagai penutup rangkaian acara, dilakukan pemukulan tifa sebagai tanda resmi dimulainya pelatihan.

Wali Kota Sorong juga menyematkan tanda pengenal kepada peserta, serta menyerahkan bantuan berupa satu unit etalase sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha peserta pelatihan.(****)