Menko Pangan tinjau soal ini di Gresik
Gresik, VoicePapua.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan meninjau langsung soal ini, yaitu hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan sejumlah program strategis nasional di bidang pangan di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Kamis (28/1/2026).
Kunjungan Menko Bidang Pangan ini merupakan bagian dari penugasan Presiden untuk memastikan kebijakan pangan nasional berjalan efektif dan berdampak nyata di daerah.
Dikutip dari laman InfoPublik, Selasa (3/2-2026) menyebut, dalam agenda tersebut, Menko Pangan RI mengunjungi beberapa lembaga pendidikan, yakni SMAN 1 Gresik, SMA Muhammadiyah 1 Gresik, SMAN 1 Kebomas, serta Universitas Muhammadiyah Gresik. Peninjauan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono dan Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman.
Zulkifli Hasan menegaskan bahwa kunjungan lapangan menjadi instrumen penting untuk mengawal implementasi kebijakan nasional, sekaligus memastikan program yang dijalankan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
“Saya ditugaskan Presiden untuk turun langsung ke lapangan, mengecek pelaksanaan program. Jika ditemukan yang belum baik, akan kita perbaiki agar hasilnya optimal,” ujarnya.
Salah satu fokus utama peninjauan adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai strategis karena menyentuh langsung aspek pertumbuhan dan kecerdasan anak, sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat. Program ini dirancang terintegrasi dengan penguatan koperasi desa sebagai penghubung antara produksi lokal dan kebutuhan gizi masyarakat.
Secara nasional, saat ini tercatat sekitar 80 ribu koperasi rakyat. Sementara di Kabupaten Gresik terdapat sekitar 356 koperasi desa yang diharapkan mampu menampung UMKM serta hasil pertanian, perikanan, dan peternakan rakyat untuk memasok kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menko Pangan RI menggambarkan besarnya efek pengganda ekonomi dari program MBG. Saat ini, SPPG memasak sekitar 82,9 juta porsi makanan setiap hari.
“Bayangkan jika satu hari menunya telur satu butir, berarti dibutuhkan lebih dari 82,9 juta butir telur. Jika menunya ikan bandeng, maka diperlukan 82,9 juta ikan bandeng, belum termasuk sayur dan buah. Dari sini ekonomi rakyat bergerak,” jelasnya.
Selain MBG dan koperasi desa, sektor pertanian dan perikanan juga menjadi perhatian. Zulkifli Hasan menegaskan bahwa kemandirian pangan menjadi kunci agar Indonesia tidak bergantung pada impor. Pemerintah mendorong setiap kecamatan mampu mandiri pangan dengan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Sehari sebelumnya, Menko Pangan RI juga meninjau Kampung Bandeng Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah. Dari hasil kunjungan tersebut, ia melihat potensi besar perikanan rakyat Gresik yang dinilai siap menopang kebutuhan pangan nasional.(****)


0 Comments