Bahas Kuota Naker di PT LNG Tangguh, Dinas PTSP Kaimana Konsultasi dengan Disnaker Fakfak
Kaimana, VoicePapua.com - Dalam rangka untuk membahas terkait kuota tenaga kerja (Naker) yang akan bekerja di perusahaan Migas PT LNG Tangguh setiap tahunnya, Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Tenaga Kerja Kaimana melakukan konsultasi dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Fakfak.
Dilansir dari laman RRI, Senin (14/7-2025), Kepala Dinas Penanaman Modal, PTSP dan Tenaga Kerja Kabupaten Kaimana, La Bania, mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk mencari tahu alasan mengapa Kabupaten Kaimana tidak termasuk dalam daftar penerima kuota tenaga kerja dari perusahaan tersebut, padahal secara geografis Kaimana berbatasan langsung dengan Kabupaten Teluk Bintuni, lokasi operasional PT LNG Tangguh.
“Beberapa waktu lalu kami ke Kabupaten induk, Fakfak, untuk berkonsultasi mengenai kuota tenaga kerja dari PT LNG Tangguh. Kami ingin tahu kenapa Kaimana tidak mendapat bagian, padahal secara wilayah kami juga berbatasan langsung,” ujar La Bania.
Dari hasil konsultasi tersebut, diketahui bahwa pemberian kuota tenaga kerja oleh PT LNG Tangguh mengacu pada dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang dimiliki perusahaan. Dalam AMDAL tersebut, sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Fakfak, disebut sebagai wilayah terdampak, sehingga menjadi dasar pemberian kuota tenaga kerja secara rutin.
“La Bania menjelaskan, PT LNG Tangguh memberikan kuota kepada daerah yang tercantum dalam AMDAL mereka. Karena itu, untuk memperjuangkan agar Kaimana juga mendapat jatah, kami akan berkonsultasi dengan Bappeda dan Litbang serta menyampaikan langsung kepada Bupati Kaimana,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa jika Kabupaten Kaimana dapat dimasukkan sebagai daerah terdampak atau mitra kerja perusahaan, maka peluang terbukanya lapangan kerja baru akan semakin besar bagi masyarakat lokal.
“Kami berharap, jika langkah ini berhasil, maka akan ada penyerapan tenaga kerja dari Kaimana secara langsung, dan tentu ini sangat membantu perekonomian masyarakat kami,” harap La Bania.
Langkah strategis ini dinilai penting, mengingat tingginya angka pencari kerja di Kaimana yang membutuhkan peluang kerja formal di sektor industri besar seperti migas. Pemerintah daerah pun terus berupaya memperluas akses kerja melalui koordinasi lintas kabupaten maupun dengan pihak swasta.(****)
- Baca Juga :Wali Kota Sorong serahkan LKPJ 2025


0 Comments