Nilai Ekspor Jatim Hingga September 2025 Meningkat 20,23 Persen
Surabaya, VoicePapua.com – Nilai ekspor Jawa Timur (Jatim) untuk periode Januari hingga September 2025 mencapai USD 22,91 miliar atau meningkat 20,23 persen. Jika, dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024. Demikian rilis dari Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur (BPS Jatim), Senin (3/11-2025).
Dikutip laman InfoPublik, Selasa (4/11-2025), Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Jawa Timur, Debora Sulistya Rini, mewakili Kepala BPS Jatim, Zulkipli, menjelaskan bahwa kenaikan ekspor menunjukkan daya saing produk Jawa Timur yang tetap kuat di tengah dinamika ekonomi global.
“Pertumbuhan ekspor yang signifikan ini menandakan sektor industri pengolahan dan pertanian masih mampu menopang kinerja perdagangan luar negeri. Turunnya impor juga menunjukkan adanya efisiensi pada sektor produksi dalam negeri,” ujarnya.
Selain sektor perdagangan, BPS Jatim juga mencatat peningkatan aktivitas pariwisata. Kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Timur pada September 2025 mencapai 32.664 kunjungan, naik 3,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara perjalanan wisatawan nusantara meningkat 9,25 persen menjadi 16,88 juta perjalanan.
Namun, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Jawa Timur justru menurun menjadi 48,37 persen, atau turun 8,05 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya, hotel nonbintang mengalami sedikit peningkatan dengan TPK 21,73 persen, naik 0,36 poin.
“Peningkatan wisatawan domestik menunjukkan geliat positif sektor pariwisata pascapandemi. Namun, penurunan TPK hotel bintang mengindikasikan pergeseran preferensi wisatawan ke akomodasi nonbintang yang lebih ekonomis,” jelas Debora.
Dari sisi Indeks Harga Konsumen (IHK), Jawa Timur mengalami inflasi 0,30 persen (month-to-month) pada Oktober 2025. Secara year-to-date (Januari–Oktober 2025) inflasi tercatat 1,98 persen, sedangkan secara year-on-year (Oktober 2024–Oktober 2025) mencapai 2,69 persen.
“Kenaikan harga telur ayam ras dan cabai merah menjadi pemicu utama inflasi Oktober, namun secara umum masih terkendali,” tambahnya.
Sementara itu, Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur pada Oktober 2025 tercatat 114,98, turun tipis 0,06 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Indeks harga yang diterima petani naik 0,18 persen, terutama karena kenaikan harga jagung, bawang merah, dan telur ayam ras. Sedangkan indeks harga yang dibayar petani meningkat 0,24 persen, didorong oleh kenaikan harga beberapa bahan pangan.
“Penurunan tipis NTP menunjukkan adanya tekanan biaya produksi, namun posisi NTP di atas 100 menandakan daya beli petani masih baik,” ujarnya.
Untuk sektor pertanian, BPS Jatim mencatat luas panen padi tahun 2025 (angka sementara hasil KSA amatan September 2025) mencapai 1,84 juta hektare, naik 0,22 juta hektare dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi padi juga meningkat 13,60 persen atau bertambah 1,26 juta ton menjadi 10,53 juta ton gabah kering giling (GKG).
“Peningkatan ini dipengaruhi perbaikan tata kelola lahan dan dukungan cuaca yang bersahabat di wilayah sentra produksi seperti Madiun, Lamongan, dan Banyuwangi,” terang Debora.
Ia menambahkan, peningkatan produksi padi diharapkan terus berlanjut melalui optimalisasi lahan, dukungan teknologi, serta kondisi cuaca yang mendukung.(****)
- Baca Juga :Bupati Sorong hadiri kegiatan ini di Klamono
- Baca Juga :Penyajian LKPJ secara sistematika
- Baca Juga :Plt Sekda Kota Sorong soroti pelaporan LHKPN


0 Comments