Harga Bapok di Bintumi Mengalami Kenaikan
Bintuni, VoicePapua.com – Terpantau aktivitas perdagangan di Pasar Sentral Bintuni, Papua Barat, dimana sejumlah harga bahan pokok (Bapok) mengalami kenaikan.
Lonjakan harga yang cukup signifikan ini akan berpengaruh secara langsung daya beli warga setempat. Dikutip dari laman RRI, Rabu (24/9-2025) menyebut, berdasarkan pantauan di Pasar Sentral Teluk Bintuni pada Kamis (17/9/2025), beberapa harga bahan pokok tercatat mengalami kenaikan.
Harga telur naik sebesar Rp5.000, dari sebelumnya Rp70.000 menjadi Rp75.000 per rak. Bawang merah melonjak dari Rp60.000 menjadi Rp80.000 per kilogram, sementara bawang putih naik dari Rp50.000 menjadi Rp55.000 per kilogram.
Kenaikan yang cukup mencolok terjadi pada cabai rawit. Harga cabai rawit kini menembus Rp80.000 per kilogram, padahal sebelumnya berada di kisaran Rp50.000 hingga Rp60.000. Sedangkan harga cabai keriting masih stabil di angka Rp60.000 per kilogram.
“Ini harga cabai sudah mulai turun. Bulan lalu pernah sampai Rp120.000 per kilo, tapi ini masih tergolong mahal karena biasanya cuma Rp60 ribuan,” ujar Sulis, seorang pedagang sayur di Pasar Teluk Bintuni.
Menurut Sulis, naiknya harga cabai sangat bergantung pada hasil panen petani lokal. Jika produksi cabai berkurang, maka pedagang terpaksa mendatangkan pasokan dari luar daerah, seperti Manokwari, yang berdampak pada tingginya harga jual.
“Kalau petani di sini tidak panen, ya terpaksa kita beli dari Manokwari. Otomatis harganya lebih mahal,” tambahnya.
Kondisi ini diperparah dengan sepinya aktivitas jual beli di pasar. Para pedagang mengeluhkan menurunnya jumlah pembeli, yang berdampak langsung pada penghasilan harian mereka.
“Sepi sekali. Sekarang cari Rp150 ribu saja susah, tidak seperti dulu,” keluh Yatemi, pedagang sembako di pasar.
Sulis pun menyebut bahwa keramaian pasar biasanya hanya terjadi di pagi hari. Jika proyek-proyek pemerintah atau pembayaran gaji ASN (Aparatur Sipil Negara) belum berjalan, maka pasar akan tetap sepi.
“Kalau proyek pemerintah mulai jalan, biasanya pasar langsung ramai. Atau kalau PNS baru gajian, mereka belanja. Tapi sekarang proyek belum jalan,” katanya.
Kondisi ini menggambarkan tantangan ganda yang dihadapi masyarakat Teluk Bintuni, yakni harga kebutuhan pokok yang terus merangkak naik, di tengah daya beli masyarakat yang menurun.(****)
- Baca Juga :Bupati Sorong hadiri kegiatan ini di Klamono
- Baca Juga :Penyajian LKPJ secara sistematika
- Baca Juga :Plt Sekda Kota Sorong soroti pelaporan LHKPN


0 Comments